Ads

5 Tips Menjadi Orang Tua yang Baik

Mengurus anak-anak, bukan hanya tugas Ibu. Tapi juga tugas Ayah. Ayah turut serta memandikan, menyuapi makan, meninabobokan dan ikut bermain bersama mereka. Ayah bukanlah sedang membantu Ibu mengurus anak-anak, tapi Ayah sedang melaksanakan perannya sebagai orang tua.

 

Seringkali kita merasa telah mendidik anak kita dengan baik. Kita merasa paling tau karakter anak, ikut seminar parenting sini sana, perfeksionis mengurus mereka. Tapi bisa jadi, kita juga pernah merasa kecewa. Kita merasa gagal menjadi orang tua di saat anak dalam kondisi sakit atau sedang terluka. Kita tersulut amarah dan emosi yang berlebihan, hingga melukai perasaannya.

Padahal, anak adalah makhluk hidup. Yang kehidupannya tidak melulu tentang gembira dan tersenyum. Kita lah yang mengajarkan mereka mencerna perasaan yang berkecamuk.

 

Apakah membentak mereka dengan kata-kata kasar, menjadi solusi? Atau merasa sudah mumpuni hingga pada prosesnya mulus? Apakah kita pernah berfikir, sekecil apapun perilaku yang kita lakukan di depannya berpengaruh terhadap psikologis dan pembentukan karakter mereka dewasa kelak?

 

Bagaimanapun, orangtua adalah cerminan anak-anak. Sebab anak-anak adalah peniru paling ulung. Mereka lebih cepat mencontoh perilaku daripada mendengarkan kata-kata. Kita adalah panutan yang memberi inspirasi kepada mereka dalam menjalani hidup.

 

Selama masih ada waktu, yuk pelan-pelan kita ubah beberapa perilaku demi menumbuhkan pribadi yang baik kepada anak-anak kita:

 

1. Mengubah Persepsi Saat Menghadapi Masalah

 

Sering sekali kita hanya fokus pada masalah, bukan solusi. Kita mencari siapa yang salah, hingga ketika anak bermain lalu melakukan hal yang salah, ia akan menuduh orang lain. Mengapa? Karena ia mencontoh kita. Untuk itu, kita perlu mengubah cara pandang terhadap masalah agar bisa menjadi orangtua yang baik dan memberi dampak positif bagi anak-anak.

 

Sesekali, coba melihat dari sisi mereka. Mungkin saja mereka rewel karena kita yang terlalu sibuk? Kapan terakhir kali kita meluangkan waktu khusus untuk mereka?

 

2. Tidak Memaksa Kehendak Anak

 

Setiap orang tua memiliki harapan untuk anak-anaknya. Mereka menyekolahkan anaknya di sekolah Z agar pintar suatu pelajaran, untuk mendukung keinginan orang tua, tanpa melihat apa potensi anak dan berusaha memunculkan potensinya.

Hanya saja tidak selamanya anak-anak sepemikiran dengan orangtua. Ada kalanya ia malas ke sekolah, malas sekolah di A karena di Z lebih menumbuhkan bakatnya, dan lain-lain. Bagaimanapun anak-anak kita adalah milik jamannya, bukan milik kita. PR kita bersama adalah mendidik mereka sesuai zamannya.

 

Anak-anak juga memiliki dunia dan impiannya sendiri. Memberi anak kebebasan berpendapat adalah cara ampuh untuk memperkuat karakter mereka.

 

Jika dari kecil kita terbiasa membebaskan mereka memilih apa yang mereka sukai selama hal tersebut masih dikategorikan hobi yang positif, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang punya prinsip, sehingga tidak mudah digoyahkan oleh orang lain yang bisa saja berniat merugikan mereka. Mereka juga senang bekerja sesuai dengan kemampuan dan passionnya saat dewasa. Namun ingat, tetap dalam pengawasan dan kontrol yang baik. Tetap beri masukan dengan bahasa yang mereka mengerti, bukan bahasa yang kasar dan keras.

 

 

3. Luangkan Waktu Bersama Anak

 

Orangtua perlu memberi perhatian khusus kepada anak meskipun kita termasuk orangtua yang sibuk dengan pekerjaan di luar rumah. Bagaimanapun anak akan merasa nyaman dan terbuka bercerita dengan orangtua, jika kita selalu menjadi pendengar dan penasehat yang baik untuk mereka. Kita bisa mengisi waktu bersama mereka dengan memasak kue, menonton film bersama, jalan-jalan, ajak berkebun di depan rumah atau olahraga bersama. Hal ini akan meningkatkan ikatan emosional dengan anak-anak .

 

Tidak perlu waktu lama, tapi berkualitas. Tanpa gadget, pemikiran tentang kerjaan dan hal lain di luar rumah.

 

4. Hindari Mengucapkan Kata-kata Kasar

 

Sebab Anak-anak adalah peniru orangtuanya, usahakan untuk tidak mengucapkan kata-kata berupa makian yang kasar kepada mereka. Hal ini akan mempengaruhi psikologisnya. Ia akan mencontohnya dan melalukannya kembali kepada orang di sekitarnya bahkan kelak ketika mereka menjadi orang tua. Perbanyaklah kata yang lemah lembut, terlebih jika anak masih dalam usia balita. Perbanyak kosakata yang baik untuk si kecil. Kata-kata motivasi yang positif misalnya, akan meningkatkan rasa percaya dirinya.

 

5. Memberi yang Terbaik

 

Sebagaimana pepatah, “apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai”. Semakin kita memberikan yang terbaik untuk anak, maka hasilnya juga akan baik. Selain memberi contoh akhlak yang baik, setiap orang tua sudah sewajarnya memberikan yang terbaik pula dalam soal pendidikan, makanan, pola hidup sehat dan kebutuhan yang lainnya. Seringkali orang tua membebaskan anak mengonsumsi apapun selama mereka mau. Padahal makanan yang sehat dan pola hidup juga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya kedepan.

Yuk sama-sama kita perbaharui niat dalam mendidik anak-anak lillahi ta’ala, karena mereka adalah investasi akhirat kita, amal jariyah kita.

 

Demikianlah beberapa cara yang dapat dilakukan agar menjadi orangtua yang baik. Bagaimanapun, orang tua adalah panutan anak. Jadilah, pribadi yang menginspirasi anak-anak kita, dan bukan sebaliknya. Sebab anak adalah amanah, jaga mereka, jaga hati mereka. Kita saja begitu khawatir jika amanah di kantor tak selesai, bukan? Lalu bagaimana dengan anak yang mana Allah SWT langsung yang mengamanahkan?

 

0 Comment

Leave a Reply

Recent Stories