Tips

Pandemi Covid-19: Pentingnya Menjaga Diri dan Menerapkan New Normal

Terhitung sudah 6 bulan sejak pertama kali ditemukannya kasus covid-19 di Indonesia pada Maret silam. Hingga kini, pasien terkonfirmasi positif terus naik, yang bergejala maupun tidak bergejala. Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan normal yang baru agar tidak semakin banyak pasien positif covid-19. Kita diharapkan patuh pada protocol kesehatan, selain membantu tenaga medis untuk tidak kewalahan, juga untuk keluarga yang menanti di rumah.

Ya, kini setiap kali keluar rumah, kita dilanda harap-harap cemas. Pandemi covid-19 mengubah banyak hal. Taktik pemasukan, rencana jalan-jalan, impian, pendidikan dan semuanya. Kita harus patuh jika masih mau menghirup udara bebas tanpa menggunakan masker seperti sekarang.

Baca tentang:Menyusui di Masa Corona

Penerapan New Normal (Normal yang Baru)

Penerapan normal yang baru adalah babak baru dalam tatanan kehidupan. Penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut serta pipi, juga rutin membersihkan tangan setiap kali bersentuhan dengan barang yang diragukan kebersihannya. Tetap jaga jarak dan jika ada yang dempet-dempet? Menjauhlah, kita masih punya pilihan untuk pergi dari kerumunan.

Jangan takut tak kelihatan lipstick saat menggunakan masker. Jangan khawatir dibilang sombong karena tak mau ikut kumpul-kumpul atau hang out di masa pandemi ini. Khawatirlah jika kita tertular atau bahkan menularkan covid-19 ke orang lain, dan dampak yang terjadi setelahnya.

Jika tak perlu keluar, cukup berdiam di rumah. Buat waktu bekerja di rumah dan prioritaskan keluarga. Konsumsi makanan yang bergizi, serta vitamin C agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Sudah tau happy hipoksia  bukan? Kita merasa sehat, tapi ternyata kondisi di dalam tubuh sudah butuh pertolongan.

Apa itu Rapid Test, Swab Test dan PCR Test?

Kini sebutan Rapid Test, Swab Test dan PCR test sudah familiar kita dengar. Di berita, di share-an grup whatsapp, di media massa juga media sosial. Bahkan rapid test sendiri menjadi syarat untuk bepergian menggunakan maskapai penerbangan. Namun, masih sering bingung, gak?

(source from emc.id)

1.    Rapid Test adalah metode pemeriksaan skrining secara cepat didapatkan hasilnya, kurang lebih 10-15 menit, Metode rapid test memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Antibodi tersebut terbentuk dalam tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jadi, jika di dalam tubuh kita terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM dalam tubuh akan bertambah. Hasil rapid test ini dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM dalam darah. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan reaktif ada infeksi virus.

2.   Swab Test adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan dan dilakukan dengan mengusap rongga nasofaring (melalui hidung dan tenggorokan) menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. Dua area tersebut dipilih karena menjadi tempat virus menggandakan dirinya.

3.    PCR Test tidak dapat dipisahkan dari tes swab. Sebab sampel yang diperoleh dari swab akan dicek melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Pemeriksaan PCR Swab ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Hasil akhir dari pemeriksaan PCR swab ini nantinya akan benar-benar memperlihatkan keberadaan virus SARS-COV2 di dalam tubuh seseorang.

Kapan Perlu Tes Swab?

Saat merasa diri sudah memiliki gejala covid-19. Dan jika dirasa sudah kontak dengan pasien positif.

Saya selalu mewanti-wanti suami yang masih harus bertemu rekan kerja agar tetap menjaga protokol kesehatan. Setiap pulang ke rumah, usahakan tidak bertemu anak-anak dulu, melainkan mandi dan taruh pakaian serta masker yang sudah dipakai ke dalam air sabun yang sudah saya sediakan. Begitupun dengan rekan kerjanya, harus selalu mawas diri dan katakan dengan jujur apabila ada keluarga yang kurang sehat atau bahkan dirinya yang tidak sehat. Jika sudah begitu, stay at home bukan lagi pilihan, tapi sudah kewajiban.


Tes Swab sendiri bisa dilakukan di rumah sakit rujukan tertentu. Sebab, tidak semua rumah sakit menyediakan peralatan dan tenaga medis yang bertugas untuk melakukan swab pcr test. Namun, teman-teman sangat boleh untuk diskusi dulu atau bertanya jika merasa ada yang mengganjal. Website dan aplikasi Halodoc memiliki ruang untuk konsultasi dan menyediakan informasi terkait rumah sakit rujukan covid-19. Sedia payung sebelum hujan, yuk. Karena kita semua masih berjuang, kita belum menang.

 

 

1 Comment

  • Rumah IT Technology

    12:24 WIB. 11 Oktober 2020

    Ikuti kami juga yuk https://www.rumahittechnology.id

Leave a Reply

Recent Stories