Tips

Tips Menyusui di Masa Corona

Sudah hampir dua bulan di rumah aja atau work from home diberlakukan. Tidak sedikit yang diberhentikan dari pekerjaan. Banyak yang harus memutar otak agar keuangan tetap berjalan. Harap-harap cemas akan hari esok, apakah pasien terus bertambah? Apakah banyak yang meninggal? Apa yang harus aku lakukan?

Tidak sedikit yang akhirnya stress dan mulai dihinggapi keparnoan. Terlalu banyak mengambil informasi dari media massa yang memblowup kondisi dunia, khususnya Indonesia. Kita termakan berita. Semakin hari, media sosial dipenuhi hanya tentang berita corona lagi, corona terus. Apa-apa jadi takut.

Begitu pula dengan Ibu menyusui. Mereka yang awalnya santai-santai saja memerah ASI di tempat kerja, kini dilingkupi rasa takut yang mendalam. Yang biasanya sepulang bekerja langsung memeluk bayi yang dirindui, sekarang harus menjaga jarak atau bahkan para nurse, dokter, tim medis dan pekerja yang bekerja di Rumah Sakit menolak untuk pulang demi keluarganya.

Mengenal Virus Corona

Covid-19 (Corona Virus Disease) atau yang lebih kita kenal dengan virus corona, merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini dapat menyebabkan gangguan ringan di sistem pernafasan, infeksi paru-paru yang berat hingga kematian. Virus ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak dan dewasa hingga pada ibu hamil dan ibu menyusui.

Sebagai ibu menyusui yang mempunyai dua balita, aku sangat cemas mendapatkan informasi terkait virus corona ini. Aku khawatir, bagaimana jika aku terserang virus dan harus menginap di RS? Pikiran itu terbawa hingga ke alam mimpi. Namun ternyata itu dikarenakan aku terlalu banyak mengakses media terkait virus corona dan lupa bagaimana caranya bahagia. Padahal banyak dokter yang mengatakan bahwa virus corona bisa sembuh sendiri tergantung dari imunitas tubuh masing-masing. Maka menjaga diri dari berita virus corona, konsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, menjaga jarak dan tetap di rumah aja juga bisa membuat tubuh terhindar dari virus ini.

Sebenarnya, bagaimana sih tips menyusui di Masa Corona ini?

Bila kita tidak terinfeksi virus Corona, maka menyusui dapat berlangsung seperti biasanya. Kita tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyusui. Menjaga kebahagiaan dan menutup akses kecemasan merupakan hal yang penting agar produksi ASI tetap terjaga. Tau kan kalo produksi ASI bisa melimpah sebab hormon oksitosin (hormon cinta)? Maka membahagiakan diri adalah poin utama sambil tetap menyusui bayi,

Bagi Ibu yang memerah ASI (bila diharuskan berjauhan dengan bayi), jangan khawatir. Menurut info yang dilansir dari unicef, ASI tidak menularkan virus corona. Jadi, Ibu tetap bisa melanjutkan memerah dengan melakukan protokol pencegahan, seperti:

1. Mencuci tangan sebelum memerah ASI

2. Melakukan sterilisasi/desinfeksi botol ASIP

3. Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASIP.

ASIP atau ASI Perah, dapat diberikan dengan media cangkir, cup feeder ataupun pipet tetes. Sebaiknya diberikan oleh orang lain (selain Ibunya) dengan tetap melakukan upaya pencegahan, seperti mencuci tangan dan menggunakan masker.

ASIP dapat disimpan di Freezer (-18 s/d -20 derajat celcius) dan dapat bertahan selama 4 bulan. Di lemari pendingin bawah (4 s/d 5 derajat celcius) ASIP bertahan selama 3-4 hari. Dengan icepack (15 derajat celcius), ASIP bisa bertahan selama 24 jam biasanya kondisi ini di mana ASIP dibawa dalam perjalanan dari RS menuju rumah tempat bayi berada, dan terakhir di suhu ruang ASIP bertahan hanya selama 3 jam.

Apakah Ibu yang terinfeksi virus corona bisa menyusui?

Karena ASI tidak menularkan virus corona, maka Ibu tetap dapat menyusui, malah sebaiknya tetap dilaksanakan kontak kulit antara Ibu dan bayi sesaat setelah dilahirkan. Namun Ibu tetap harus menjalankan protokol pencegahan virus corona agar bayi tidak terinfeksi.

Ibu harus didukung untuk bisa menyusui bayi meskipun kondisinya terinfeksi virus corona.

Hal-hal yang Mendukung Ibu Untuk Bisa Menyusui Bayi

1. Rumah Sakit Terdekat dan Petugas Medis Pro ASI

Mengingat sedang masa pandemi dan harus super hati-hati saat keluar rumah, memilih rumah sakit terdekat menjadi aspek yang diutamakan. Bila Ibu harus dirawat intensif, maka ASIP yang dibawa pulang oleh Ayah tidak terlalu memakan waktu yang lama. Ayah juga bisa istirahat dengan segera setelah kembali dari rumah sakit. Tau sendiri kan siapa yang paling terkuras habis energinya kalau ibu sakit? Yup. Ayah.

Halodoc, aplikasi yang menghadirkan fitur untuk mengurangi kecemasan para Ayah, yaitu tanya dokter sekarang! Ayah bisa menggunakan aplikasi ini untuk bertanya perihal kesehatan apapun bentuk pertanyaanya. Para dokter umum dan spesialis siap menjawab. Selain fitur tersebut, Halodoc juga memiliki fitur lainnya seperti, beli obat, menemukan rumah sakit terdekat dan cari dokter.


Aku jadi ingat ketika dulu melahirkan anak pertama dan belum ketemu sama Halodoc. Aku dan suami nyari sana-sini di mana RS yang pro ASI dan mau Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Lumayan makan waktu dan kita bener-bener harus menyisihkan waktu untuk nyari dan nanya sana-sini. Sekarang sih udah lumayan terbantu, ya. Kan ada Halodoc.

Apalagi sistem bayarnya bisa pakai Gopay dan lagi ada promo 50% cashback juga. Jadi tunggu apalagi? Install aplikasinya sekarang, ya!

2. Dukungan Keluarga

Kehadiran keluarga yang turut mendukung proses menyusui akan menjadikan perjalanan menyusui terasa mudah. Sebab keluarga jadi benteng terdepan yang bakal menyaring komentar orang agar tidak didengar langsung oleh si Ibu. Sudah tau kan kalo hormon oksitosin akan bekerja jika Ibu bahagia? Dan menjaga komentar orang lain juga akan membuat ibu bahagia.

Nah, teman-teman, kita sebagai orang lain bisa juga turut mendukung para Ibu untuk tetap menyusui bayinya. Yaitu dengan menjaga komentar dan tetap beradab ketika meninggalkan komentar di dunia maya. Sebab, kita gatau komentar mana yang bisa jadi menyakiti hati mereka dan berdampak ke proses menyusui atau kehidupan pribadinya. Yuk jadi perempuan yang mendukung perempuan lainnya!



Share Post

1 Comment

  • Aslan

    06:46 WIB. 1 Mei 2020

    terima kasih sudah berbagi

  • Leave a Reply

    Recent Stories