Me

Waktu untuk Mama, Untuk para Mama Bahagiakan Dirimu..

Aku ingat sekali saat diberikan anugerah luar biasa, melahirkan anak pertama 5 tahun silam. Seketika hari-hariku penuh canda tawa tanpa mempedulikan hal yang tak patut kurisaukan. Aku belajar parenting sana-sini agar anakku tidak merugi punya ibu sepertiku. Kubelikan berbagai macam baju dan mainan lucu untuknya agar dia tidak bosan. Lalu anak keduaku lahir, disusul adiknya dua tahun kemudian. Aku menikmati mengurus mereka seorang diri.

Sampai di suatu ketika, saat aku sedang bercermin dan mendapati diriku jauh dari kata sehat. Wajahku tak terawat. Rambutku kumal. Mata pandaku terpampang nyata. Berat badanku entah ke mana.. Aku menyesal? Tidak. Hanya saja aku terkesan seperti melupakan diriku. Aku lupa kapan terakhir kali dia kubelikan facial wash  baru, serum? Boro-boro. Hand body? Apalagi.


Kapan aku menyadarinya? Saat pandemic. Saat aku punya cukup waktu untuk mengamati diriku di depan cermin.

Pandemi mengubah segalanya…

Sering banget ya dengerin kalimat itu sekarang? Yap, karena ada banyak hal yang berubah sejak kasus covid-19 ini mulai terdeteksi di Indonesia, tepatnya sejak bulan Maret 2020 lalu. 

Mendadak sekolah diliburkan. Aktifitas di kantor ditutup sementara dan membuat terpaksa bekerja dari rumah. Bahkan, tak sedikit yang gulung tikar hingga berujung pemutusan kontrak dan mem-phk pegawai.

Kemudian, sebagai seorang ibu, apakah pandemi ini tidak berpengaruh bagi kehidupannya? Tentu saja para ibu menjadi orang yang paling berdampak. Mendadak semua orang dirumah harus diurus. Dulu yang biasanya anggota rumah pergi pagi pulang sore, kini 24 jam di rumah terus. Cucian kian menumpuk. Piring kotorpun menggunung. Belum lagi semuanya menggurutu tersiksa soal efek pandemi yang tak kunjung berakhir.


Ibu.  Beberapa dari mereka yang sudah terbiasa pergi pagi pulang sore, sementara anak-anaknya sekolah. Namun sejak pandemi harus turut serta membersamai sekolah si kecil dari rumah, ikut meeting kantor sana-sini serta menyelesaikan pekerjaan rumah yang tak ada habisnya. Tak sedikit Ibu lupa kapan terakhir kali punya waktu untuk mengurus dirinya.

Jika kalian seorang Ibu, sini duduk di dekatku. Kita berbagi resah bahagia bersama. Bahwa kita juga butuh berbagi pertanda bahwa diri ini masih dihargai. Kita butuh untuk terus sadar dan menjadi paling waras di antara semua anggota keluarga. Bukankah seorang ibu menjadi penggerak mood keluarga? Apa jadinya kalau ibu menyerah di saat semua orang butuh seorang ibu untuk menenangkan mereka?

Bila dulu bisa fokus bekerja di jam kerja, kini harus terbagi ke beberapa tugas. Ketika ada deadline menanti, namun prioritas mengurus si kecil di depan mata. Kewalahan? Pasti. Ibu juga manusia.



Hal yang paling aku rasakan ketika harus bekerja di rumah sembari mengurus ketiga buah hati adalah saya harus kenyang mendengarkan tangisan manja mereka sambil saya menyelesaikan deadline pekerjaan. Namun, ketika aku membersamai mereka untuk bermain, kemudian panggilan pekerjaan datang, hal ini sangat mengujiku. Membuatku harus terus belajar mengetahui mana yang penting dan mana yang genting.

Dari semua kesibukan yang aku lalui ada satu hal yang aku yakini. Love yourself first, then you can love each other. Cintai dirimu, maka kau akan mudah mencintai anak dan suamimu. Maka penting sekali bagi seorang Ibu untuk selesai dulu dengan dirinya sendiri, baru mengurus orang di sekitarnya.

Berikut beberapa hal yang sering aku lakukan di saat aku sedang stuck, ga bisa ke mana-mana namun harus tetap mengurus anak-anak:

Melakukan hal yang disenangi: aku senang desain dan membaca buku, maka ketika lelah aku akan melakukan hal ini agar moodku kembali membaik.

Makan makanan kesukaan: ngemil adalah jalan ninjaku. Kadang membiarkan perut lapar juga bikin emosi ga stabil. Makan juga biasanya jadi alat pemersatu, aku dan anak-anak suka ngumpu kalau udah ada makanan.

Menulis mimpi dirinya sendiri: aku tersentak pas suatu waktu suamiku nanya, impian adek apa? Iya, aku lupa kapan terakhir kali bermimpi. Padahal mimpi itu penting agar kita punya tujuan, semangat hidup dan tau ke mana harus melangkah. Yuk mulai sekarang tulis impian kita 3 bulan ke depan, satu tahun ke depan, dua tahun dan seterusnya. Kalau lagi lelah, tinggal buka catatan mimpi dan mulai atur strategi meraih impian. Jadi, kapan terakhir kali bermimpi, bu?



Aku seneng banget kalau ada public figure yang juga berbicara tentang hal ini. Karena kalo mereka post dan bahas sesuatu, akan banyak Ibu-ibu yang akhirnya tercerahkan dan memiliki pandangan yang sama tentang waktu untuk mama. Jennifer Bachdim , contohnya. Salah satu postingan instagramnya berisikan tentang waktu untuk mama. Mama membutuhkan waktu untuk dirinya, sembari ia harus bersyukur karena kebahagiaan bisa ia dapatkan dari anak-anaknya.

Jennifer yang sedang mengandung anak ketiga, captionnya mewakili hampir seluruh Ibu di dunia. Diberikan amanah yang luar biasa, namun tetap membutuhkan waktu untuk Mama. Ngga muluk-muluk, sekadar rebahan di kasur atau shopping kebutuhan dirinya, dan Jennifer juga mendapatkan jawabannya dari video ini..


Ya, dari video OVO diatas ini aku rasa ini sudah sangat bisa membahagiakan hati seorang Mama. 

Dear Moms, apapun kondisi kita saat ini, bersyukur adalah cara terbaik untuk segalanya. Kita menerima dan melakukannya. Karena Tuhan tidak salah menitipkan amanah. Dia tau kita mampu, Dia tau kita bisa melewatinya.

Menjadi seorang Ibu adalah hal yang sangat membahagiakan. Menyusuinya, mengurusnya dan memberikan stimulasi tumbuh kembangnya, membuat kita terus berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Ya, anak adalah segalanya. Yang kita inginkan adalah kebahagiaannya.

Kita hari ini adalah Ibu untuk anak-anak, namun diri kita juga berhak mendapatkan perhatian yang cukup. Komunikasikan ke pasangan adalah hal yang bijak, buat daily activity bermain bersama anak dan kapan waktu untuk dirimu sendiri. Jangan lupa untuk selalu positif thinking dan ceria, karena Ibu adalah mood-nya keluarga. Dan mood-nya keluarga bergantung pada Ibu. Sudah bahagiakah Ibu hari ini?



26 Comment

  • 20:08 WIB. 1 Januari 2021

    Online casino 2021: https://morep.app.co.mz/community/profile/casino2021/

    CLICK HERE

    ?h=4cee23f9c03737b673b6b1480710047e&

  • Afriyani Khusna

    13:36 WIB. 4 Januari 2021

    ????????

  • Afriyani Khusna

    13:36 WIB. 4 Januari 2021

    ???????????????????? Keren

  • Jasmi

    06:54 WIB. 8 Januari 2021

    Ibu moodnya keluarga itu bener banget kak. Kalau mood ibu gak bener, suasana rumah pasti gak menyenangkan. Liat aja pas ibu lagi PMS, hehehe..

  • Triani Retno

    22:52 WIB. 8 Januari 2021

    Luar biasa deh ibu-ibu kantoran yang kudu wfh sambil ngurus krucil :) Pandemi memang mengubah banyak hal, termasuk belajar menghargai orang lain.

  • Dian

    00:30 WIB. 9 Januari 2021

    benar banget mbak, para mama perlu me time me time bikin hepi, kan hepi mom raise hepi child, setuju?

  • Fenni Bungsu

    06:44 WIB. 9 Januari 2021

    Ibu memang tonggaknya kebahagiaan keluarga ya. Patut disyukuri ya karena berbahagia terlahir sebagai perempuan yang mendapat anugerah indah dari Allah Swt, sebagai anak, nenek, istri, dan ibu.

  • TIAN LUSTIANA

    06:45 WIB. 9 Januari 2021

    Setuju, me time itu bikin happy deh, saya mengumpamakannya kayak lagi ngecharge semangat dan cinta kalau sedang me time itu.

  • Yuni BS

    09:04 WIB. 9 Januari 2021

    Makanya saat udah segedhe gini, yuni tu jaga banget mood emak. Sebisa mungkin mah bikin beliau nggak kepikiran apa pun. Atau kalau lagi jalan kemana gitu pasti bawa sesuatu buat emak. Meski pada akhirnya sesuatu itu akan terbagi juga untukku dan adik-adik. Tapi seenggaknya niat awal dibawa buat emak. Gitu aja kadang emak sudah merasa happy. Iya nggak sih?

  • Akarui Cha

    11:02 WIB. 9 Januari 2021

    Aih iya banget. Bagaimanapun, bagi seorang mama, tetap butuh waktu untuk memperhatikan dirinya sendiri. Senang banget sama gaya penuturannya Mba, nyaman dibaca.

  • TIAN LUSTIANA

    14:29 WIB. 9 Januari 2021

    Me time buat saya tuh kayak sedang men charge lebih banyak cinta dan semangat

  • Eri Udiyawati

    14:51 WIB. 9 Januari 2021

    Iya, banget, Mbak. Kita ini seorang Mama. Seorang wanita. Yang perlu me time. Kita memang tidak lepas dari rutinitas, tapi kita juga berhak untuk relax sejenak atas rutinitas yang tiada habisnya. Bahagia dan sehat selalu ya, Mbak.

  • Hendra Suhendra

    22:54 WIB. 9 Januari 2021

    Pandemic memang mengubah semuanya Mba. Tapi pasti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Selalu ada sisi positif jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin kerjaan sang Ibu akan tambah berkali lipat sejak pandemic, tapi waktu bersama keluarga dan pasangan semakin banyak. Mungkin aja sebelum pandemic, waktu kumpul bareng keluarga sangat sedikit... Tetap semangat dan berdoa semoga pandemic segera minggat dari Bumi aaamiiin ???????? ????????????????

  • Yurmawita

    23:51 WIB. 9 Januari 2021

    Memang butuh momen untuk membahagiakan diri sendiri antara lain menikmati hobi dengan nyaman

  • Siti Mustiani

    02:45 WIB. 10 Januari 2021

    Menjadi ibu adalah anugerah yang terindah, karena menjadi poiner penting dalam rumah tangga. Semoga kita semua dan ibu-ibu yang ada di Indonesia tetap bahagia apapun profesinya. Amiin.

  • Narasi Nia

    10:46 WIB. 10 Januari 2021

    Jadi ibu rumah tangga itu pekerjaan mulia. Gak ada hari libur dan waktu kerja nya sepanjang hari. Makanya, begitu ada qtime, langsung aja dibuat me time. Itung-itung refreshing sekaligus isi tenaga biat pekerjaan selanjutnya

  • Euisry Noor (isrinur.com)

    11:08 WIB. 10 Januari 2021

    Aku baru punya balita 1 aja udah berasa ribet, Mbak. Kagum aja sama para ibu yg bisa tetep produktif di sana-sini dg beberapa anak dan mengurus rumah tangga juga. Emang kita gak boleh melupakan diri sendiri juga, biar tetap happy dan waras, hehe.

  • Lasmicika

    11:44 WIB. 10 Januari 2021

    Aku berasa mirip jennifer, lagi mengandung anak ketiga, hehe.... Betul banget sih, love yourself first buat para mama bahagia.

  • Adriana Dian

    12:17 WIB. 10 Januari 2021

    Ayi, anak 3 masih keliatan kaya abege niiihhh.. awet muda bangeeettt.. hihi. Setuju banget sama postingan ini, seorang ibu emang pantes dapet waktu sendiri, perhatian yang cukup dari pasangan biar nggak stress stress banget. Apalagi pas pandemi gini yaaaa.. huhu

  • Karyati Niken

    13:10 WIB. 10 Januari 2021

    Ibu juga manusia biasa yang membutuhkan hal-hal diluar rutinitasnya. Me time jadi salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Karena banyak hal yang bisa dilakukan saat me time

  • Rahmah

    14:30 WIB. 10 Januari 2021

    Entahlah Mbak aku bahagia atau nggak Soalnya ketika akan me time selalu saja ada yang ngomong kalau aku tega sama anak Padahal aku penat juga rasanya

  • Lina W. Sasmita

    14:55 WIB. 10 Januari 2021

    Mungkin 5 tahun pertama saja bersamamereka yang penuh dengan tangisan dan rewel serta sibuknya mengurus anak. Nikmatilah para bunda karena suatu saat nanti kita akan merindukan suasana itu lagi.

  • Siska Dwyta

    15:00 WIB. 10 Januari 2021

    Iya Mbak banyak banget hal yanh berubah di masa pandemi but setidaknya banyak yang bisa kita petik dari musibah ini. Btw suka banget dengan statmentnya dan saya setuju sebelum mengurus suami, anak dll sebaiknya ibu selesai dengan dirinya dulu.

  • Marfa

    15:28 WIB. 10 Januari 2021

    Standing applause buat para ibu yang begitu sabar dalam merawat rumah tangga, apalagi saat pandemi seperti ini yang yup mengubah segalanya. MasyaAllah, Mbak Cutdekayi sehat2 juga ya dan semoga selalu bahagia juga dan keluarga ????????

  • Artha Nugraha Jonar

    16:01 WIB. 10 Januari 2021

    Berat juga ya menjadi seorang ibu. Menemani anak belajar daring, belum lagi mengerjakan pekerjaan rumah. Saya sekarang membagi pekerjaan rumah dengan istri saya. Kebetulan saya juga sedang di rumah saat ini. Semoga bisa meringankan beban ya

  • mutia nurul rahmah

    01:28 WIB. 15 Januari 2021

    terimakasih ayi sudah memberi inspirasi melalui keluarganya, panjang umur untuk informasi yang diberikan secara berkala.

Leave a Reply

Recent Stories